Guru Harus Melakukan Active Learning Demi Keberhasilan Pembelajaran

Post a Comment

Adi FunLearning – Belajar aktif atau Active Learning adalah suatu pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif sebagai subyek, bukan hanya obyek. Dalam era Industri 4.0 dan Pendidikan 4.0, sistem belajar seperti inilah yang menjadi suatu terobosan bagi siswa, guru maupun pihak terkait lainnya untuk menjawab semua tantangan yang ada.

Kenapa belajar aktif ini dapat menjadi suatu terobosan bagi pengembangan dunia pendidikan Indonesia? Lalu bagaimana ciri-ciri dari pembelajaran aktif ini?

Active Learning di Kelas 


Dalam artikel ini, kami akan membahas mengenai active learning secara tuntas. Besar harapan kami agar melalui tulisan ini, pendidikan di Indonesia bisa semakin maju dan berkembang menuju arah yang benar.

Mengapa Active Learning?


Ribuan tahun yang lalu seorang bijak dari Cina bernama Confucius pernah mengucapkan sebuah statement yang luar biasa :

Apa yang saya dengar, saya lupa.

Apa yang saya lihat, saya ingat.

Apa yang saya lakukan, saya paham.

Walau sederhana namun nampaknya itulah yang terjadi. Dan sayangnya selama ini (bahkan mungkin sampai hari ini) pengajaran di Indonesia masih didasarkan pada sistem satu arah, membuat siswa menjadi penonton dan pendengar saja.

Belajar aktif atau Active Learning adalah suatu pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif sebagai subyek, bukan hanya obyek.

Lalu apa yang terjadi kemudian? Materi terasa sangat sulit, pembelajaran menjadi membosankan, dan siswapun tidak paham apa yang sebenarnya diajarkan oleh guru-guru mereka.

Mengapa itu bisa terjadi? Jawaban utamanya hanya satu : Karena siswa diposisikan sebagai obyek pendidikan.

Di sinilah hal yang paling fatal dan harus segera diubah. Paradigma siswa selalu datang dengan zero knowledge musti dihilangkan.

Perkembangan teknologi yang luar biasa telah membuka cakrawala ketidaktahuan bagi siapa saja. Sekali tekan tombol maka anak kelas dua sekolah dasarpun bisa menikmati tayangan percobaan mengenai pembelahan sel atau anak TK yang bisa melihat seorang ahli memperlihatkan sebuah drone yang canggih.

Siswa bukanlah obyek, melainkan subyek pembelajaran. Inilah yang harus segera ditanamkan. Dengan melibatkan siswa secara aktif di dalam proses belajar mengajar, maka anak-anak bukan lagi sebatas pendengar atau penonton, tetapi juga pelaku.

Ciri-ciri Active Learning


Lalu apa ciri-ciri dari sebuah pembelajaran yang active learning? Bagaimana perbedaan belajar aktif dengan yang lain?

Sesungguhnya inti dari belajar aktif adalah pelibatan siswa secara efektif dalam proses belajar mengajar. Seperti uraian sebelumnya, maka active learning haruslah menempatkan siswa sebagai subyek serta kelas terasa lebih hidup. Alhasil, murid-muridpun bisa mendapatkan hasil pembelajaran secara lebih maksimal.

Contoh Pembelajaran Aktif


Bagaimana dengan pelaksanaan di lapangan? Seperti apa contoh pembelajaran aktif di dalam kelas itu?

Sebenarnya dari ciri-ciri active learning yang sudah dibahas di atas, maka sudah bisa ditentukan apakah suatu proses belajar mengajar bisa disebut sebagai pembelajaran aktif.

Beberapa contoh penerapan pembelajaran aktif adalah sebagai berikut :

1. Praktik

Ini adalah ciri utama dari pembelajaran aktif. Siswa harus terlibat dalam proses belajar mengajar karena pada dasarnya merekalah subyek pendidikan dan guru adalah fasilitator.

Lalu dengan apa caranya? Dengan lebih sering melakukan praktik. Hal ini dapat memberikan hasil yang jauh  lebih efektif daripada pembelajaran yang hanya menempatkan siswa sebagai penonton dan pendengar saja.

maka active learning haruslah menempatkan siswa sebagai subyek serta kelas terasa lebih hidup. 

2. Presentasi

Seperti seorang guru yang harus menjelaskan materi kepada seluruh siswa, dimana Anda pastinya harus menguasai materi tersebut, maka siswa yang sedang melakukan presentasi juga merasakan hal yang sama.

Mereka akan terpacu untuk lebih memahami bagian yang akan mereka presentasikan di depan kelas. Tentu ini sangat menantang dan menarik. Anda bisa mengajarkan materi sekaligus menanamkan jiwa percaya diri pada siswa Anda.

3. Proyek

Pada masa depan nanti, siswa Anda akan menghadapi dunia yang sama sekali berbeda dengan yang pernah Anda hadapi. Untuk itu Anda sebagai guru wajib menanamkan semangatkreatifitas.

Salah satu upaya untuk mengembangkan kreatifitas siswa Anda adalah dengan memberi mereka tugas yang menantang, seperti misalnya membuat proyek. Ini juga adalah ciri dari active learning.

4. Peer Teaching

Peer teaching atau tutor sebagaya juga memiiki banyak sekali manfaat. Selain membuat siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti pelajaran, cara ini juga bisa membuat murid Anda jauh lebih memahami apa yang sedang diajarkan.
Hal ini karena pada dasarnya mereka harus mengajarkan meteri tersebut kepada teman mereka yang lain. Tentu ini adalah sebuah alternatif metode yang menantang, bukan?

5. Permainan Edukatif

Anak-anak sudak bermain. Lalu mengapa tidak melakukan games di kelas? Ada banyak hal yang bisa diajarkan melalui games. Bahkan lebih dari itu, Anda sebagai guru sekaligus juga bisa menanamkan semangat team work, pantang menyerah, fair play dan terbiasa dengan suasana yang kompetitif.

Namun haraplah berhati-hati dalam memilih games. Ada baiknya Anda membaca artikel : panduan dalam melakukan games di kelas yang membahas tuntas pelaksanaan pembelajaran dengan permainan edukatif yang efektif dan efisien.

6. Story Telling

Story telling adalah suatu kegiatan membaca sebuah kisah dihadapan orang lain. Cara ini bisa diadopsi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Mintalah siswa untuk membacakan sebuah cerita yang sudah cukup populer dengan bahasa mereka sendiri.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan ini, salah satunya membuat siswa lebih memahami pembelajaran yang sedang dilakukan, seperti struktur bahasa, jenis karangan, ataupun nilai moral yang bisa didapatkan dari sebuah cerita.

Demikianlah artikel kali ini tentang active learning atau pembelajaran aktif di kelas. Semoga postingan ini bermanfaat untuk kita semua. Baca juga artikel tentang penelitian terhadap minat baca masyarakat dan siswa Indonesia yang sering dianggap rendah dibanding negara-negara maju lainnya.

ARTIKEL TERKAIT

Post a Comment

Artikel Terbaru

Recent Posts Widget

Tentang Penulis

Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0
Berlangganan Artikel Kami