Pengertian Metode Drill dan Kenapa Banyak yang Menentangnya

Post a Comment

Adi Fun Learning – Apa itu metode drill / drilling? Mengapa banyak kontradiksi dan kontroversi yang menyertainya : dianggap kuno namun masih menjadi senjata utama para guru di kelas?

Untuk menjawab hal ini, maka Adi Fun Learning akan mengupasnya secara tuntas dengan urutan sebagai berikut :

1. Pengertian Metode Drilling.

2. Pelaksanaan Metode Drilling.

3. Kelebihan dan Kekurangan Metode Drilling.

4. Kontroversi Penggunaan Metode Drilling di Kelas.

metode drilling / adi fun learning
ilustrasi drilling method


Semoga artikel kali ini dapat membantu kita semua untuk lebih memahami apa akar masalah sebenarnya, tinimbang hanya berkutat pada permukaan saja.

1. Pengertian Metode Drilling / Latihan  


Mari sebelum mendefinisikan tentang metode drill, kita terlebih dahulu mengupas tentang pengertian metode mengajar itu sendiri. 

Abu Ahmad mengatakan “Metode mengajar adalah cara guru memberikan pelajaran dan cara murid menerima pelajaran pada waktu pelajaran berlangsung, baik dalam bentuk memberitahukan atau membangkitkan”. 

Oleh karena itu peranan metode pengajaran ialah sebagai alat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif. Dengan metode ini diharapkan tumbuh berbagai kegiatan belajar siswa sehubungan dengan mengajar guru, dengan kata lain terciptalah interaksi edukatif antara guru dengan siswa. 

Selain itu metode pengajaran juga haruslah bersifat inspiratif, yakni mampu memberikan stimulus positif pada siswa untuk bisa meningkatkan potensinya lebih tinggi lagi.

Hal ini hanya bisa terlaksana manakala pengajaran dan kegiatan belajar mengajar tersebut bersifat : menyenangkan, bermakna dan efektif. 

Melihat hal ini, maka penting bagi guru untuk dengan bijak memilih metode apa yang akan ia gunakan dalam men-deliver sebuah materi pada siswa.

A. Definisi Metode Latihan / Drilling

Apa definisi dari metode drilling? Metode drill adalah suatu cara mengajar dimana siswa melaksanakan kegiatan- kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau ketrampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari (Abu Ahmad).

Sedangkan Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain berpendapat bahwa metode latihan  merupakansuatu cara untuk mempelajari dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode ini juga sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini dapat juga digunakan untuk ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan ketrampilan.

Dalam bukunya,  Nana Sudjana mengutarakan bahwa metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu asosiasi atau menyempurnakan suatu ketrampilan agar menjadi bersifat permanen. 

Memang benar bahwa ciri yang khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa drill adalah latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali atau kontinyu/untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. 

Lebih dari itu diharapkan agar pengetahuan atau keterampilan yang telah dipelajari itu menjadi permanen, mantap dan dapat dipergunakan setiap saat oleh yang bersangkutan. 

B. Macam-macam Metode Drill

Bentuk- bentuk Metode drill menurut Muhaimin dan Abdul Mujib, dapat direalisasikan dalam berbagai bentuk teknik, yaitu sebagai berikut:

1. Teknik Inquiry (kerja kelompok)

Teknik ini dilakukan dengan cara mengajar sekelompok anak didik untuk bekerja sama dan memecahakan masalah dengan cara mengerjakan tugas yang diberikan.

2. Teknik Discovery (penemuan)

Dilakukan dengan melibatkan anak didik dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, diskusi.

Moh. Amien (1979: 5) menyatakan bahwa ”Discovery adalah proses mental dimana individu mengasimilasi konsep dan prinsip-prinsip”. Sedangkan menurut Roestiyah (2002: 20) 

”Discovery learning ialah suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melaui tukar pendapat,  dengan diskusi, membaca sendiri, dan mencoba sendiri agar anak belajar sendiri”.

3. Teknik Modul Belajar

Digunakan dengan cara mengajar anak didik melalui paket belajar berdasarkan performan (kompetensi).

4. Teknik Belajar Mandiri

Dilakukan dengan cara menyuruh anak didik agar belajar sendiri, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

5. Teknik Micro Teaching

Digunakan untuk mempersiapkan diri anak didik sebagai calon guru untuk menghadapi pekerjaan mengajar di depan kelas dengan memperoleh nilai tambah atau pengetahuan, kecakapan dan sikap sebagai guru.

C. Tujuan Penggunaan Metode Drill
  • Metode drill biasanya digunakan untuk tujuan agar siswa:
  • Memiliki kemampuan motoris/gerak, seperti menghafalakan kata-kata, menulis, mempergunakan alat,
  • Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi,menjumlahkan,
  • Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan yang lain.


Dengan adanya tujuan tersebut, kita bisa mengetahui berbagai kemampuan yang dimiliki oleh setiap peserta didik.

2. Penerapan Metode Drilling


Pada saat akan menerapkan metode drilling, hendaknya guru benar-benar memahami syarat dan prasyarat agar metode ini dapat berjalan dengan baik. 

A. Syarat-Syarat Dalam Metode Drill

Masa latihan harus menarik dan menyenangkan. Agar hasil latihan memuaskan, minat instrinsik diperlukan.

Tiap-tiap langkah kemajuan yang dicapai harus jelas. Hasil latihan terbaik yang sedikit menggunakan emosi

Latihan-latihan hanyalah untuk ketrampilan tindakan yang bersifat otomatik.

Latihan diberikan dengan memperhitungkan kemampuan/daya tahan murid, baik segi jiwa maupun jasmani.

Adanya pengerahan dan koreksi dari guru yang melatih sehingga murid tidak perlu mengulang suatu respons yang salah.

Latihan diberikan secara sistematis.

Latihan lebih baik diberikan kepada perorangan karena memudahkan pengarahan dan koreksi.

Latihan-latihan harus diberikan terpisah menurut bidang ilmunya.

kelebihan metode drilling / adi fun learning
siswa mengerjakan latihan


B. Prinsip Dan Petunjuk Menggunakan Metode Drill

Siswa harus diberi pengertian yang mendalam sebelum diadakan latihan tertentu. Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersifat diagnosis, mula-mula kurang berhasil, lalu diadakan perbaikan untuk kemudian bisa lebih sempurna.

Latihan tidak perlu lama asal sering dilaksanakan. Harus disesuaikan dengan taraf kemampuan siswa.
Proses latihan hendaknya mendahulukan hal-hal yang esensial dan berguna.

Drill hanyalah untuk bahan atau perbuatan yang bersifat otomatis.

Latihan untuk pertama kalinya hendaknya bersikap diagnostik: 

a. Pada taraf permulaan jangan diharapkan reproduksi yang sempurna. 

b. Dalam percobaan kembali harus diteliti kesulitan yang timbul. 

c. Respon yang benar harus diperkuat. d. Baru kemudian diadakan variasi, perkembangan arti dan kontrol

Masa latihan secara relatif singkat, tetapi harus sering dilakukan. Pada waktu latihan harus dilakukan proses essensial.

Di dalam latihan yang pertama-tama adalah ketepatan, kecepatan dan pada akhirnya kedua-duanya harus dapat tercapai sebagai kesatuan.

Latihan harus memiliki arti dalam rangka tingkah laku yang lebih luas.

Sebelum melaksanakan, pelajar perlu mengetahui terlebih dahulu arti latihan itu.

Ia perlu menyadari bahwa latihan-latihan itu berguna untuk kehidupan selanjutnya.

Ia perlu mempunyai sikap bahwa latihan-latihan itu diperlukan untuk melengkapi belajar.

Latihan itu pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan atau ketrampilan dari apa yang telah dipelajari. Tapi juga tidak lepas dari seberapa jauh kemampuan siswa tersebut. 

Selain itu, metode ini tidak usah terlalu lama digunakan, asalkan sering dipakai. Sehingga murid lama-kelamaan akan terbiasa dengan penggunaan metode tersebut. 

Jadi metode ini tidak boleh terlalu dipaksakan ketika siswa sudah dirasa tidak mampu menerima materi tersebut dengan metode ini. 

Mengingat latihan ini kurang mengembangkan bakat/inisiatif siswa untuk berfikir, maka hendaknya guru/pengajar memperhatikan tingkat kewajaran dari metode ini:

Latihan, wajar digunakan untuk hal-hal yang bersifat motorik seperti menulis, permainan, pembuatan dan lain-lain.

Untuk melatih kecakapan mental, misalnya perhitungan penggunaan rumus-rumus dan lain-lain.

Untuk melatih hubungan, tanggapan seperti penggunaan bahasa, grafik, simbul peta dan lain-lain.

D. Langkah-Langkah penerapan Drill

Untuk kesuksesan pelaksanaan teknik latihan itu perlu instruktur/guru memperhatikan langkah-langkah/prosedur yang disusun demikian:

Gunakanlah latihan ini hanya untuk pelajaran atau tindakan yang dilakukan secara otomatis, ialah yang dilakukan siswa tanpa menggunakan pemikiran dan pertimbangan yang mendalam. Tetapi dapat dilakukan dengan cepat seperti gerak refleks saja, seperti: menghafal, menghitung, lari dan sebagainya.

Guru harus memilih latihan yang mempunyai arti luas ialah yang dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan. 

Latihan itu juga mampu menyadarkan siswa akan kegunaan bagi kehidupannya saat sekarang ataupun dimasa yang akan datang. Juga dengan latihan itu siswa merasa perlunya untuk melengkapi pelajaran yang diterimanya.

Di dalam latihan pendahuluan instruktur harus lebih menekankan pada diagnosa, karena latihan permulaan itu kita belum bisa mengharapkan siswa dapat menghasilkan ketrampilan yang sempurna. 

Pada latihan berikutnya guru perlu meneliti kesukaran atau hambatan yang timbul dan dialami siswa, sehingga dapat memilih/menentukan latihan mana yang perlu diperbaiki. 

Kemudian instruktur menunjukkan kepada siswa respons/tanggapan yang telah benar dan memperbaiki respons-respons yang salah. 

Kalau perlu guru mengadakan variasi latihan dengan mengubah situasi dan kondisi latihan, sehingga timbul response yang berbeda untuk peningkatan dan penyempurnaan kecakapan atau ketrampilannya.

Perlu mengutamakan ketepatan, agar siswa melakukan latihan secara tepat, kemudian diperhatikan kecepatan; agar siswa dapat melakukan kecepatan atau ketrampilan menurut waktu yang telah ditentukan; juga perlu diperhatikan pula apakah respons siswa telah dilakukan dengan tepat dan cepat.

Guru memperhitungkan waktu/masa latihan yang singkat saja agar tidak meletihkan dan membosankan, tetapi sering dilakukan puda kesempatan yang lain. Masa latihan itu harus menyenangkan dan menarik, bila perlu dengan mengubah situasi dan kondisi sehingga menimbulkan optimisme pada siswa dan kemungkinan rasa gembira itu bisa menghasilkan ketrampilan yang baik.

Guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses yang esensial/yang pokok atau inti; sehingga tidak tenggelam pada hal-hal yang rendah/tidak perlu kurang diperlukan.

Instruktur perlu memperhatikan perbedaan individual siswa. Sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa masing-masing tersalurkan/dikembangkan. Maka dalam pelaksanaan latihan guru perlu mengawasi dan memperhatikan latihan perseorangan. 

kelemahan metode drilling / adi fun learning
siswa berpikir untuk bisa mengerjakan tugas


Secara singkat, maka penerapan metode drill dapat dirangkum menjadi : 

  • Menjelaskan maksud dan tujuan latihan terbimbing pada siswa.
  • Guru harus lebih menekankan pada diagnosa, karena latihan permulaan belum bisa mengharapkan siswa mendapatkan keterampilan yang sempurna.
  • Mengadakan latihan terbimbing sehingga timbul response siswa yang berbeda-beda untuk peningkatan keterampilan dan penyempunaan kecakapan siswa.
  • Memberi waktu untuk mengadakan latihan yang singkat agar tidak meletihkan dan membosankan dan guru perlu memperhatikan response siswa apakah telah melakukan latihan dengan tepat dan cepat.
  • Meneliti hambatan atau kesukaran yang dialami siswa dengan cara bertanya kepada siswa, serta memperhatikan masa latihan dengan mengubah situasi sehingga menimbulkan optimisme dan rasa gembira pada siswa yang dapat menghasilkan keterampilan yang baik.
  • Guru dan siswa perlu memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang pokok dan tidak banyak terlibat pada hal-hal yang tidak diperlukan.
  • Guru perlu memperhatikan perbedaan individual siswa, sehingga kemampuan dan kebutuhan siswa masing-masing dapat berkembang.

Dengan langkah-langkah itu diharapkan bahwa latihan akan betul-betul bermanfaat bagi siswa untuk menguasai kecakapan itu. Serta dapat menumbuhkan pemahaman untuk melengkapi penguasaan pelajaran yang diterima secara teori dan praktek di sekolah.

3. Keuntungan atau Kelebihan Metode Drill

Sebagai sebuah metode, tentu drilling memiliki kelebihan dan kekurangannya. Setiap guru harus memahami benar akan hal ini sebelum memilih metode untuk digunakan di kelas.

A. Kelebihan Metode Drill.
  • Bahan pelajaran yang diberikan dalam suasana yang sungguh-sungguh akan lebih kokoh tertanam dalam daya ingatan murid, karena seluruh pikiran, perasaan, kemauan dikonsentrasikan pada pelajaran yang dilatihkan.
  • Anak didik akan dapat mempergunakan daya fikirannya dengan bertambah baik, karena dengan pengajaran yang baik maka anak didik akan menjadi lebih teratur, teliti dan mendorong daya ingatnya.
  • Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang segera serta langsung dari guru, memungkinkan murid untuk melakukan perbaikan kesalahan saat itu juga. Hal ini dapat menghemat waktu belajar disamping itu juga murid langsung mengetahui prestasinya.
  • Siswa akan memperoleh ketangkasan dan kemahiran dalam melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dipelajarinya.
  • Dapat menimbulkan rasa percaya diri bahwa para siswa yang berhasil dalam belajarnya telah memiliki suatu keterampilan khusus yang berguna kelak di kemudian hari.
  • Guru bisa lebih mudah mengontrol dan dapat membedakan mana siswa yang disiplin dalam belajarnya dan mana yang kurang dengan memperhatikan tindakan dan perbuatan siswa disaat berlangsungnya pengajaran.
  • Untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, kata-kata atau kalimat, membuat alat-alat, menggunakan alat-alat (mesin permainan dan atletik) dan terampil menggunakan peralatan olah raga.
  • Untuk memperoleh kecakapan mental dan memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang dibuat serta pembentukan kebiasaan yang dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
  • Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanaannya serta pembentukan kebiasaan-kebiasaan tersebut.
  • Pengertian siswa lebih luas melalui latihan berulang-ulang.
  • Dengan adanya berbagai keuntungan dari penggunaan metode drill ini maka diharapkan bahwa latihan akan benar-benar bermanfaat bagi siswa untuk menguasai materi tersebut. Serta dapat menumbuhkan pemahaman untuk melengkapi penguasaan pelajaran yang diterima secara teori dan praktek di sekolah.
Metode Drill cocok digunakan untuk melatih : 
  • Kecakapan motorik, seperti mengulas, menulis, menghafal, membuat alatalat, menggunakan alat/ mesin, permainan dan atletik.
  • Kecakapan mental, seperti melakukan perkalian, menjumlah, mengenal tanda-tanda simbol dan sebaginya.
  • Asosiasi yang dibuat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan simbol, membaca peta dan sebagainya.
  • Dalam mengajarkan kecakapan dengan metode latihan siap guru harus mengetahui sifat kecakapan itu sendiri.
  • Kecakapan sebagai penyempurnaan dari pada suatu arti dan bukan sebagai hasil proses mekanis semata-mata.
  • Kecakapan tersebut dikatakan tidak benar, bila hanya menentukan suatu hal yang rutin yang dapat dicapai dengan pergaulan yang tidak menggunakan pikiran, sebab kenyataan bertindak atau berbuat harus sesuai dengan situasi dan kondisi.

Untuk mendapatkan kecakapan dengan metode drill ini, ada dua fase yaitu:

Fase integratif, dimana persepsi dari arti dan proses dikembangkan. Pada fase ini belajar kecakapan dikembangkan menurut praktek yang berarti sering melakukan hubungan fungsional dan aktifitas penyelidikan.

Fase penyempurnaan atau fase penyelesaikan di mana ketelitian dikembangkan. Dalam fase ini diperlukan ketelitian dapat dikembangkan menurut praktek yang derulang kali. Jadi variasi praktek di sini ditujukkan untuk mendalami arti bukan ketangkasan. Sedangkan praktek yang sering ditunjukkan untuk mempertinggi efensiensi, bukan untuk mendalami arti.


B. Kelemahan Metode Drill
  • Latihan Yang dilakukan di bawah pengawasan yang ketat dan suasana serius mudah sekali menimbulkan kebosanan.
  • Tekanan yang lebih berat, yang diberikan setelah murid merasa bosan atau jengkel tidak akan menambah gairah belajar dan menimbulkan keadaan psikis berupa mogok belajar/latihan.
  • Latihan yang terlampau berat dapat menimbulkan perasaan benci dalam diri murid, baik terhadap pelajaran maupun terhadap guru.
  • Latihan yangs selalu diberikan di bawah bimbingan guru, perintah guru dapat melemahkan inisiatif maupun kreatifitas siswa.
  • Karena tujuan latihan adalah untuk mengkokohkan asosiasi tertentu, maka murid akan merasa asing terhadap semua struktur-struktur baru dan menimbulkan perasan tidak berdaya.
  • Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.
  • Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan. Dan kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton, mudah membosankan.
  • Membentuk kebiasaan yang kaku, artinya seolah- olah siswa melakukan sesuatu secara mekanis dan dalam memberikan stimulus siswa dibiasakan bertindak secara otomatis.
  • Dapat menimbulkan Verbalisme, terutama pengajaran yang bersifat menghafal dimana siswa dilatih untuk dapat menguasai bahan pelajaran secara hafalan dan secara otomatis mengingatkannyabila ada pertanyaan- pertanyaan yang berkenaan dengan hafalan tersebut tanpa suatu proses berfikir secara logis.

Sebagai suatu metode yang diakui banyak mempunyai kelebihan, juga tidak dapat disangkal bahwa metode drill ini juga mempunyai beberapa kelemahan. Maka dari itu, guru yang ingin mempergunakan metode drill ini kiranya tidak salah bila memahami karakteristik metode ini terlebih dahulu.


4. Kontroversi Penggunaan Metode Drilling 

Kontroversi dan isu yang berkembang mengenai metode drilling memang hampir semua berasal dari kelemahannya.

Padahal harus disadari semua metode memiliki kelemahannya masing-masing, tentu juga kelebihannya. 

Berikut adalah isu seputar penggunaan metode drilling : 

a. Mencerminkan guru malas dan tidak bisa berinovasi.

b. Mematikan kreatifitas anak.

c. Mengacuhkan fakta bahwa setiap anak berbeda dan unik.

d. Pada praktek di lapangan, seringkali soal yang diberikan tidak dibahas mendalam, hanya dicocokkan.

e. Tidak sesuai dengan nuans 21st learning.

f. Tidak ada interaksi yang memadai antara guru-siswa dan siswa-siswa.

g. Menurunkan potensi kemajuan siswa.

h. Cenderung dilakukan guru yang tidak pernah memiliki persiapan mengajar yang baik.

i. Bertentangan dengan fun learning.

j. Anak menjadi semacam robot.

k. Dll. 

Melihat banyak isu yang berkembang tentang metode drill, tidak mengherankan metode ini serasa mulai 'ditinggalkan' oleh para guru dan pengawas. 

pengertian metode drilling / adi fun learning
ilustrasi mengerjakan latihan 


Namun apa benar hal itu yang terjadi?

Sama sekali tidak. Metode drill adalah salah satu metode yang efektif namun juga perlu bijak menggunakannya. 

Para guru harus tahu kapan dan mengapa perlu menggunakan metode pengajaran ini.

Di artikel selanjutnya, AFL akan membahas mengenai beberapa modifikasi yang perlu dilakukan agar metode drilling bisa digunakan dengan baik dan efektif. 

ARTIKEL TERKAIT

Post a Comment

Artikel Terbaru

Recent Posts Widget

Tentang Penulis

Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0
Berlangganan Artikel Kami