Metode Pendidikan Montessori

1 comment
Adi Fun Learning - Salah satu metode pendidikan paling terkenal di dunia hingga saat ini adalah metode pendidikan ala Montessori. Bukan hanya sebatas metode pendidikan, Montessori sudah selayaknya disebut sebagai suatu aliran filsafat pendidikan.

metode montessori / adifunlearning.blogspot.com
photo : ageofmontessori.org

Seperti apa pendidikan ala Montessori itu sebenarnya? Lalu apa pula kelebihan dan kekurangannya?

Kali ini Adi Fun Learning akan mengupasnya untuk Anda. Artikel ini kami buat sebagai panduan bagi guru, orang tua dan siapapun yang berminat pada dunia pendidikan.

Diharapkan setelah membaca artikel ini, Anda lebih memahami seperti apa pendidikan ala Montessori beserta latar belakang munculnya metode pendidikan ini.

Selain itu juga diharapkan Anda terinspirasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Anda di kelas.

1. Pengertian Montessori

Metode montessori sebenarnya bukanlah sebuah metode kaku. Ada banyak sekali sekolah dan lembaga pendidikan yang menganut filsafat ini. Namun, kebanyakan dari mereka berdiri sendiri dan tidak memiliki hubungan secara langsung baik secara struktural maupun historis.

Akibatnya, definisi dari Montessori menjadi sedikit bias. Ini bisa dimengerti karena pastilah tiap sekolah, biarpun itu sesama sekolah Montessori, dimungkinkan untuk memiliki penghayatan sendiri-sendiri.


Tetapi secara garis besar bisa disimpulkan bahwasanya metode Montessori adalah sebuah metode pendidikan yang berpusat pada hasil pemikiran Dr Maria Montessori selaku penggagasnya.



Di dalam sekolah Montessori, anak-anak diajarkan untuk berdisiplin sekaligus bertanggung jawab. Maka jangan heran terdapat semacam jadwal rutin yang harus mereka ikuti.
Anak-anak juga diajarkan materi yang praktis, tidak melulu teori. Seperti membereskan alat peraga, antri, dll.

Dalam kelas di sekolah-sekolah Montessori juga dilengkapi dengan banyak sekali alat peraga. Desain ruangan dan bahkan struktur bangunan sekolah juga didesain khusus untuk bisa membantu anak menjadi mandiri dan bertanggung jawab.

2. Penggagas


Seperti pada penjelasan di atas, metode ini berpusat pada hasil pemikiran dan penelitian dari Dr. Montessori selaku penggagasnya. Tapi siapakah Dr. Maria Montessori tersebut?
Dr. Maria Montessori adalah seorang aktivisi, pratisi, pemikir dan tokoh pendidikan yang sangat disegani.

Beliau lahir pada taggal 31 Agustus 1870 di Region Marche, Italia.

Ayahnya, Alessandro Montessori, adalah seorang pegawai negeri di sebuah pabrik tembakau milik negara. Sedang ibunya adalah seorang ibu rumah tangga bernama Reinelde Stoppani.

Maria Montessori memiliki pengalaman akademik yang sangat bagus. Ia adalah lulusan Regio Instituto Tecnico Leonardo da Vinci. Selanjutnya ia bahkan meneruskan ke  Universitas Roma, Italia.

Maria Montessori mulai tertarik dengan dunia pendidikan setelah pengalaman yang luar biasa mengunjungi rumah sakit jiwa di Roma.
Sejak saat itu ia mempelajari berbagai masalah perkembangan anak dan akhirnya menyusun metodenya sendiri.

Dalam menyusun filsafat ala Montessori itu, ia terpengaruh oleh dua tokoh besar dunia pendidikan Eropa. Mereka adalah Eduard Seguin dan Jean-Marc Itard.

Pada tahun 1904 ia mengajar di Fakultas Pedagogis Universitas Roma.
Pada tahun 1907 ia akhirnya mendirikan sekolahnya sendiri bernama Casa Dei Bambini atau Rumah Anak. Di sinilah Maria berkesempatan mengembangkan sistem pendidikannya sendiri.

Tak lama setelah itu, publik menyambut baik pemikiran Dr. Maria Montessori. Sekolahnya membuka cabang di berbagai daerah, bahkan hingga negeri Jerman.

3. Ciri khas Montessori


Walau pada dasarnya sekolah yang melabeli dirinya sebagai sekolah Montessori memiliki otonomi sendiri, namun ada beberapa ciri khas yang menjadi patron umum. Berikut adalah beberapa ciri khas dari sekolah Montessori pada umumnya ;
  • Dalam satu kelas terdiri dari anak-anak dengan aneka usia.
  • Terdapat suatu jadwal yang ketat yang harus diikuti, seperti makan, membersihkan mainan, dll.
  •  Ruangan kelas biasanya dipenuhi dengan aneka alat edukasi yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan kognitif, tapi juga psikomotorik.
  • Biasanya terdapat lebih dari satu guru untuk tiap kelas.
  • Menggunakan alat peraga edukasi yang terstandarisasi.

4. Kelebihan Montessori


Tentu saja sebagai sebuah metode, pendidikan ala Maria Montessori ini memiliki banyak kelebihan. Kelebihan itu antara lain.
  • Anak akan berkembang secara holistik, baik kognitif, afektif dan psikomotorik.
  • Anak akan terlatih untuk hidup teratur namun juga kreatif.
  • Anak akan terlalih untuk disiplin namun juga tak ragu mengungkapkan pendapat.
  • Anak akan lebih memahami perbedaan, dimulai dari perbedaan usia.

5. Kekurangan Montessori


Walau memiliki banyak kelebihan, nyatanya pendidikan ala Maria Montessori ini juga tak luput dari kritik. Beberapa kritik terhadap metode ini antara lain ;
  • Biaya yang sangat mahal.
  • Anak juga berpotensi untuk kelelahan.
  • Guru harus benar-benar sabar dan profesional dibanding dengan metode lainnya.

6. Tips seputar metode Montessori


Jika Anda adalah guru di sekolah Montessori, saya yakin Anda pastilah guru profesional. Tanpa mengurangi rasa hormat, ada beberapa tips yang mungkin bisa membantu Anda.
  • Pastika orang tua benar-benar memahami apa dan seperti apa metode Montessori itu.
  • Selalu awasi dan dampingi anak-anak dalam beraktifitas. Kelas dengan beragam usia tentu sangat menantang.

7. Bacaan lebih lanjut


Jika Anda tertarik dengan metode pendidikan ala Montessori ini, kami sarankan Anda untuk mengunjungi tautan berikut.



Demikian artikel dari Adi Fun Learning mengenai Metode Pendidikan Ala Montessori. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda.

CALL TO ACTION

Blog Adi Fun Learning berfokus pada isu-isu seputar inovasi, tips dan permasalahan seputar pendidikan yang ditulis dari hasil riset dan / atau pengalaman pribadi di lapangan oleh penulis.

Dukung blog ini dengan share artikel kami di media sosial Anda.

Daftarkan email Anda untuk berlangganan artikel terbaru kami.

ARTIKEL TERKAIT

1 comment

  1. pendidikan ini menggabungkan murid dengan berbagai usia ya gan...
    yang dikhawatirkan adalah murid yang usianya lebih tua akan lebih dominan, bisa juga yang lebih tua akan terintimidasi jika dia tidak lebih baik dari yang muda...
    tapi mungkin ini sudah diantisipasi oleh guru gurunya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Komentar Anda akan muncul setelah kami moderasi. Terima kasih sudah berkunjung.

Artikel Terbaru

Recent Posts Widget

Tentang Penulis

Penulis adalah seorang praktisi, inovator dan pemerhati pendidikan. Memiliki pengalaman terjun di dunia pendidikan sejak 2007. Aktif menulis di berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. Blog yang sedang Anda baca adalah salah satu situs miliknya. Memiliki kerinduan untuk melihat generasi muda menjadi generasi pemenang yang siap menyongsong era Industri 4.0
Berlangganan Artikel Kami